JALAN MENUJU KESUKSESAN USAHA

Bosan hidup pas-pasan? Mengapa Anda tidak memilih menjadi orang sukses jika Anda sudah bosan hidup kekurangan. Saya menggunakan kata “memilih” karena menjadi orang sukses, menjadi orang yang ekonominya kecukupan, bahkan mungkin berkelimpahan, sebenarnya tidak sulit. Namun sayangnya banyak orang yang enggan memilih jalan ini. Mengapa demikian? Karena mereka hidup dengan cara pandang jangka pendek. Berikut adalah beberapa gagasan menuju kesuksesan yang pernah saya baca.

Syarat utama: Jangan hidup di daerah yang tidak memungkinkan untuk menjadi sukses. Daerah perang, daerah rawan bencana, daerah yang terisolasi dan sejenisnya adalah tempat-tempat yang ditakdirkan untuk tidak menghasilkan orang sukses. Mana mungkin Anda bisa mengumpulkan keping demi keping uang keuntungan jika Anda tinggal di daerah yang biaya hidupnya selangit? Carilah tempat yang secara georafis menguntungkan, atau paling tidak daerah yang layak ditinggali secara normal.

Jika Anda ingin sukses, berpikirlah seperti orang sukses berpikir. Rahasia kesuksesan dimulai dari pola pikir, bukan dari modal uang atau aset lain. Lihatlah berapa banyak pemenang judi yang uangnya berkembang? Lihatlah berapa banyak aktris dan atlet berprestasi yang keuangannya terpuruk pada masa tuanya. Mereka bangkrut karena pola pikirnya salah. Bukankah semua orang tahu bahwa kekayaan, seberapa pun besarnya, akan habis jika selalu digerogoti. Tapi ketika masa kejayaannya mulai menjauh, mereka tetap saja mengeluarkan uang seperti ketika masih jaya.

Tapi orang sukses berpikir, bahwa kekayaan yang diam (di tabungan) adalah kesia-siaan. Bahkan didiamkan di tabungan saja, bagi orang sukses, adalah kesia-siaan. Karena mereka tahu bahwa bunga tabungan tak beda jauh dengan tingkat inflasi. Bahkan bisa jadi bunga tabungan lebih rendah dari tingkat inflasi. Maka kekayaan tetap harus di putar, supaya bisa “mengalahkan” laju inflasi, sehingga nilai kekayaan itu bertambah.

Jika Anda ingin suskes, investasikan di tempat yang pasti mendatangkan keuntungan. Ini adalah tips dari Waren Buffet. Investasi bukanlah perjudian. Investasi adalah sebuah kepastian. Jadi, jika ada tempat investasi yang keuntungannya tidak pasti, jangan diambil. Carilah tempat investasi yang pasti untung. Lebih baik memiliki seratus minimarket dari pada memiliki satu showroom mobil mewah. Karena seratus minimaraket pasti mendatangkan keuntungan. Tapi showroom mobil mewah kadang tidak bisa menjual mobil.

Jika Anda ingin sukses, sisihkan 20% pendapatan Anda untuk dikumpulkan dan kemudian di investasikan. Ini adalah tips untuk mereka yang penghasilannya tidak banyak. Artinya, hiduplah secukupnya dan jangan menghabiskan semua penghasilan Anda. Biasakan untuk menekan pengeluaran. Kebangkrutan bisa berawal dari ketidak mampuan mengendalikan pengeluaran.

Jika Anda ingin sukses, pergunakan uang yang ada dalam dompet. Tinggalkan 20% dari uang penghasilan di rumah atau di rekening bank. Dan jangan pernah menggunakan kartu kredit atau pun berhutang. Jika Anda ingin membeli aset yang mahal (rumah atau kendaraan), menabunglah dahulu. Jangan membeli jika Anda memang tidak mampu. Berhutang untuk membeli aset memang menambah kekayaan, namun memangkas secara signifikan keleluasaan keuangan Anda.

Jika Anda ingin sukses, bekerjalah dengan lebih giat. Banyak pengusaha yang bangun pagi untuk berolah raga atau menulis email motivasi untuk di sebarkan kepada anak buahnya. Ini memang berbeda dengan kebanyakan orang di tempat kita. Baru menjadi mandor proyek saja datangnya siang.

Jika Anda ingin sukses, tetaplah inovatif. Mengapa orang-orang sukses baru tetap bermunculan? Karena mereka ini lebih inovatif dibanding para pendahulunya. Dan orang yang inovatif akan memenangkan kompetisi.

SUKSES MENJADI PENGUSAHA, TIDAK TERGIUR KEMEWAHAN DUNIA

Konsistensi dalam mengelola keuntungan adalah salah satu kunci keberhasilan seorang pengusaha.

Cerita ini saya dengar dari saudara tetangga saya. Ia bekerja pada saudaranya, seorang juragan bus yang masih muda di Yogyakarta. Kiprah juragan itu bermula dari kepemilikan sejumlah uang yang digunakan untuk membeli tiga buah bus kecil. Tentu ide ini bukanlah sesuatu yang ngawur, karena juragan itu (sampai sekarang) tidak mau menyopiri roda empat. Tapi ia memiliki saudara yang bekerja di perusahan otobus. Maka ketiga bus tersebut diserahkan kepada ketiga saudaranya.

Peristiwa ini terjadi pada tahun (kalau tak salah) 2003. Kepada ketiga saudaranya yang menyopiri tiga bus juragan ini mengatkan hanya mampu membayar gaji 800 ribu. Jauh dekat hanya segitu upahnya. Namun berkat keuletan dan kekompakan, usaha itu berkembang.

Salah satu trik yang ia gunakan adalah hemat dalam pengeluaran pribadi namun royal untuk fasilitas bekerja. Setiap tahun cat armada busnya selalu berganti, sesuai mode yang disukai. Demikian juga model tempat duduk penumpang. Semua yang terkait dengan kenyamanan penumpang akan selalu di dahulukan. Juga fasilitas untuk karyawannya. Jika sopir akan berangkat bertugas, namun tidak punya uang saku pribadi, akan di pinjami.

Trik lainnya adalah menjaga kekompakan. Semua masukan dari karyawan akan di dengar. Jika masukan itu baik, tentu akan di aplikasikan. Juragan juga tidak pelit dalam membantu karyawannya. Jika ada karyawan yang butuh membeli kendaraan, akan difasilitasi. Bahkan bisa jadi ada bantuan hibah dari juragan. Namun tentu juragan juga tetap membuka mata dan telinga. Jika ada laporan bahwa seorang karyawan berani memanipulasi uang perusahaan, tentu karyawan yang main-main itu akan diberhentikan.

Trik lainnya adalah mau menerima order yang bisa dikerjakan. Katanya, ngurusi angkutan pariwisata itu kalah menguntungkan di banding angkutan trayek. Namun jika ada tawaran dari biro wisata, atau “sub order” dari pengusaha otobus lain, tentu harus di kerjakan. Bukankah lebih baik tetap beroperasi meski keuntungannya tipis dari pada hanya menganggur?

Juragan ini katanya adalah orang yang nyentrik. Punya puluhan bus, namun tak bisa menyopiri mobil. Dia memang beberapa kali memberi mobil, namun diberikan kepada kakaknya. Dia sendiri lebih senang mengendarai motor.

Ini adalah kisah nyata juragan bus muda dari Yogyakarta.

SOLUSI MENGATASI TERIK SINAR MATAHARI PADA KOLAM LELE

Tulisan ini dibuat pada bulan Maret 2015. Baru bulan Maret, tapi matahari bersinar dengan sangat terik di siang hari. Hujan? Sepertinya sudah habis. Panas yang di atas normal ini tentu tidak baik untuk usaha lele, kolam dengan kepadatan tinggi, diatas 200 ekor/m persegi kolam. Lalu bagaimana?

Bisnis tetap harus berjalan, sebagaimana asap dapur tetap harus mengepul. Memang panas yang di atas normal ini tidak bagus untuk ikan lele. Karena panas akan menyebabkan perkembangan bibit penyakit. Dan penyakit akan menyebabkan kematian. Dan kematian akan menjauhkan keuntungan.

Langsung saja ke solusinya.

Yang pasti, ketika situasi tidak menguntungkan, jangan memaksakan diri. Seorang usahawan sukses mengatakan lebih baik mengejar keuntungan sedikit tapi pasti didapat, dari pada mengejar keuntungan besar tapi menantang resiko yang besar juga. Jika kondisi normal, silahkan memaksimalkan peluang meraih keuntungan. Namun ketika kondisi tidak bagus, lebih baik mencari aman.

Maka yang pertama harus di lakukan ketika matahari bersinar terik dalam beberapa hari terakhir adalah dengan mengurangi jatah pakan. Pakan yang banyak akan menyebabkan ikan mengeluarkan banyak kotoran juga. Dan kotoran, di tambah panas, adalah lahan subur untuk menyemai bibit penyakit.

Kedua, perbanyak penggantian air kolam yang kotor. Panas biasanya akan menyebabkan air kolam cepat keruh dan berbau. Air kolam yang keruh dan berbau adalah tanda yang tidak bagus. Maka segeralah ganti air kolam itu. Lebih baik rajin mengganti air dalam jumlah yang tidak banyak, dari pada mengganti banyak air tapi jarang di lakukan.

Ketiga, buatlah peneduh kolam. Belilah paranet dan pasang di atas kolam. Ini akan membantu meredam efek panas sinar matahari.

Keempat, tambah ketinggian air kolam. Air kolam yang dangkal akan cepat panas jika terpapar sinar matahari. Jika air kolam panas, bibit penyakit akan mudah berkembang. Maka menambah ketinggian air kolam adalah solusi yang disarankan.

Selamat mencoba dan jangan menyerah.

TAHUN 2015, TAHUN HARAPAN

Sebelum berbicara mengenai tahun 2015, kita sedikit akan membahas apa yang terjadi pada tahun 2014. Bagi bisnis lele di Yogyakarta, tahun 2014 adalah tahun keprihatinan. Ada beberapa keprihatinan yang bisa disebutkan. Semula, pada bulan Januari 2014, ada harapan. Namun musibah kiriman debu vulkanik dari Gunung Kelud, menghancurkan harapan itu.

Debu vulkanik gunung Kelud, menyebabkan kehancuran bibit lele lebih besar dari yang diperkirakan. Debu vulkanik ini menyebabkan polusi pada kolam bibit lele. Debu vulkanik diperkirakan juga menurunkan kualitas air. Namun ada juga sesuatu yang masih menjadi pertanyaan para ahli dan pengusaha kolam lele, yaitu fakta bahwa kualitas produksi ikan lele turun sampai pada bulan Agustus.

Fenomena ini menjadi agak aneh mengingat begitu panjangnya efek debu vulkanik. Jika Gunung Kelud meletus pada 14 Februari, dan kita asumsikan debu ini masih mengganggu sampai bulan April, maka seharusnya bibit tebaran bulan Mei sudah lepas dari penurunan kualitas ini. Namun entah mengapa, gangguan ini terus berkepanjangan.

Selepas bulan Agustus, suplai bibit lele mulai membaik. Namun persoalan lain pun muncul. Lele bisa dibesarkan dengan baik, tapi penjualannya seret. Dugaan pertama ditujukan kepada penurunan pendapatan masyarakat. Jika pendapatan masyarakat menurun, otomatis jatah jajan pecel lele akan turun juga. Padahal pecel lele adalah target utama penjualan lele.

Dugaan kedua adalah adanya substitusi pecel lele menjadi pecel ayam goreng. Cerita ini saya dapatkan dari penyuluh dari Pokphan. Awal ceritanya adalah bermula dari peternak ayam pedaging yang berlomba menjual ayam sebanyak mungkin pada akhir tahun 2014. Akibatnya pasokan ayam pedaging melimpah, dan harganya mulai turun. Tapi apa mau di kata, ayam di kandang sudah besar dan siap jual. Maka peternak ayam, untuk menyelamatkan modalnya, terpaksa memangkas harga jual ayam. Mereka menjual dengan harga rugi. Dari ongkos produksi Rp 15 ribu/kg ayam dijual Rp 10 ribu/kg ayam.

Ketika harga ikan lele cenderung merangkak naik, para penjual pecel lele kemudian menawarkan pecel ayam goreng, dengan potongan daging yang lebih besar. Tentu kita tak bisa menyalahkan konsumen jika mereka memilih pecel ayam goreng yang potongan dagingnya lebih besar. Maka, meski penjual pecel lele masih ada, meski pengepul ikan masih muter, namun jumlah ikan lele yang terserap pasar mengalami penurunan. Inilah yang menyebabkan kerugian usaha perikanan lele.

Setelah itu, datanglah hujan. Hujan lebat menyebabkan banjir. Banjir menyebbakan dua akibat di dua tempat yang berbeda. Di Jogja, banjir menyebabkan suplai cacing sutera menurun. Karena untuk Jogja, cacing sutera sebagian besar didapat dari tangkapan liar, yaitu sungai dan parit tempat pembuangan kotoran babi. Tanpa suplai cacing sutera yang memadai (untuk pakan bibit selama 15 hari pertama setelah penetasan), kualitas bibit ikan akan jatuh. Dan ini bisa merusak pasaran bibit ikan.

Dampak kedua, hujan menyebabkan banjir di daerah pantai utara. Banjir menyebabkan kegagalan panen ikan lele. Setelah itu, banyak orang memelihara lele dan menjualnya ke pantai utara. Akibatnya, terjadilah kelebihan suplai. Harga lele di pantai utara juga jatuh.

Sekarang, bagaimana dengan tahun 2015?

Kita ambil sisi positifnya. Mereka yang bisa bertahan pada tahun 2014 adalah mereka yang bisa membesarkan ikan lele secara efektif dan efisien. Jadi, jika kita bisa bertahan pada tahun 2014, tentu tahun 2015 bisa bertahan. Bahkan diharapkan bisa berkembang.

Semoga ………..

SEKOLAH, BELAJAR UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH

Apa tujuan Anda (dulu) bersekolah? Untuk mendapatkan ijasah? Celakalah Anda karenai jasah itu tak lebih dari selembar kertas dengan huruf, angka, foto, stempel dan tanda tangan. Artinya, ijasah mudah dipalsukan.

Untuk mendapatkan ilmu? Kelihatannya bagus. Namun, kita lihat saja di sekeliling tempat kita, berapa banyak orang yang bekerja sesuai dengan bidang pendidikannya. Dan lagi, antara teori dan praktek adalah dua hal yang berbeda.

Untuk menunda pengangguran, untuk mendapatkan status sosial dan karena perintah orang tua. Celakalah Anda yang memilih jawaban ini. Karena Anda benar-benar sudah keblinger.

Beberapa waktu yang lalu saya bertemu teman-teman seangkatan semasa kuliah. Dari tujuh orang, termasuk saya, hanya satu yang bekerja sesuai bidang pendidikan. Dari sedikit omong-omong, saya menyimpulkan bahwa pendidikan bukanlah segala-galanya. Justru yang lebih penting dari sebuah pendidikan adalah bagaimana kita mampu menyelesaikan masalah, berdasarkan kondisi realitas yang dihadapi.

Jika ini bisa kita lakukan, maka dimana pun dan dalam bidang apa pun kita berkarya, tak menjadi masalah.

OBAT HERBAL UNTUK IKAN AIR TAWAR

Akhir-akhir ini iklim usaha perikanan, terutama ikan lele yang saya geluti, membutuhkan semakin banyak tantangan. Harga pakan yang naik, iklim yang berubah, kualitas air yang cenderung turun dan lainnya. Otomatis penghematan merupakan harga mati agar tetap bisa bertahan. Belum lagi tantangan kedepan di mana pengepul sudah mulai memberikan prasyarat usaha perikanan yang bebas zat kimia dan biologis tambahan, paling tidak beberapa hari sebelum panen.

Salah satu solusi yang dimunculkan adalah penggunaan obat herbal. Sejauh yang saya lihat (karena ketika tulisan ini dibuat, saya baru saja mendapatkannya) pengadaan obat-obat herbal lebih murah dibanding obat kimia. Namun tentu saja lebih praktis obat kimia. Tapi paling tidak sudah bisa mengurangi penggunaan zat kimia dan biologi tambahan.

Informasi ini saya dapat dari ayah saya yang mengikuti rapat di Dinas Kelautan DIY pada 15 September 2014. Mari kita telaah bersama.

1. MENGATASI PARASIT DENGAN JANTUNG PISANG

Serangan parasit pada ikan ditandai dengan bintik-bintik putih pada badan ikan. Solusinya adalah dengan mencacah jantung pisang, yang kemudian dicampur dengan satu liter air. Cacahan jantung pisang tersebut kemudian dihaluskan dengan di blender. Kemudian diambil airnya dengan di saring. Air ini di semprotkan ke permukaan air kolam dengan dosis satu liter air untuk luas permukaan kolam 100 meter persegi. Proses penyemprotan dilakukan setiap hari selama tiga sampai lima hari.

2. MENGATASI PARASIT DENGAN BATANG PISANG

Cara ini lebih mudah dibanding cara pertama. Caranya, carilah pohon pisang yang belum berbuah. Kita ambil batangnya sepanjang seperempat meter (25 cm). Batang tersebut kemudian di belah dan direndam dalam kolam yang berukuran luas 25 meter persegi selama lima hari.

3. MENGATASI BOROK DENGAN SEMBUNG WANGI/KRINYUH

Borok pada ikan disebabkan oleh bakteri. Cara pengobatannya adalah dengan mencacah daun dan batang sembung wangi (Blumea balsamifera). Cacahan tersebut kemudian dicampur dengan segelas air dan dilumatkan. Ikan yang sakit kemudian direndam dalam sepuluh liter air yang telah diberi larutan ini. Jika ikan yang terkena borok banyak, masukkan saja cacahan daun dan batang sembung ke dalam kolam.

4. MENGATASI JAMUR DENGAN DAUN KAMBOJA PUTIH

Daun kamboja putih (plumeria) dicacah kemudian di masukkan ke dalam kolam. Dosisnya 2,5 kg daun kamboja putih untuk kolam seluas 25 meter persegi. Lakukan selama tiga hari berturut-turut.

5. MENGATASI BOROK DENGAN PULAI

Borok yang disebabkan oleh jamur saprolegnia. Cara mengobatinya adalah dengan mencacah 2,5 kg daun pulai (Alstonia scholaris, kayu gabus) yang masih segar (getahnya belum kering). Cacahan sebanyak itu kemudian dimasukkan ke dalam kolam seluas 25 meter persegi. Lakukan hal ini selama tiga hari.

6. MENGATASI CACING DAN MENINGKATKAN KEKEBALAN TUBUH DENGAN MENGKUDU

10 lembar daun mengkudu di cacah, kemudian di remas-remas dalam 5 liter air. Air ini kemudian di gunakan untuk merendam ikan. Daun dan buah mengkudu sangat baik untuk pakan tawes dan nila.

7. MEMBUNUH BAKTERI AEROMONAS DENGAN JAMBU BIJI

Lima gram daun jambu biji dicacah dan ditumbuk halus. Kemudian diremas-remas dalam 5 liter air. Air ini diambil secukupnya kemudian dicampurkan dalam pakan.

8. MEMBUNUH BAKTERI AEROMONAS DENGAN KUNYIT

Kunyit atau kunir (Curcuma longa Linn. Curcuma domestica Val.) ditumbuk atau di blender. Kemudian diperas dan di beri air. Larutan ini dicampur dengan pelet. Dosis : 2 gram kunyit di campur dengan 2 kg pelet.

9. MENGATASI BINTIK PUTIH DENGAN DAUN PEPAYA

Penyakit bintik putih disebabkan oleh bakteri aeromonas. Cara mengatasinya dengan mencacah dua gram daun pepaya, kemudian di remas dalam satu gelas air. Air remasan ini kemudian di masukkan ke dalam sepuluh liter air untuk merendam ikan yang sakit. Daun pepaya juga baik jika diberikan pada lele dan gurame.

10. MENGATASI BOROK DAN BISUL PADA KULIT IKAN DENGAN DAUN MENIRAN

Cara pengobatannya adalah dengan merebus etengah ons daun meniran (Phyllanthus urinaria Linn) dalam dua gelas air. Sampai air tinggal kira-kira setengah gelas, kemudian di campur dalam satu kg pelet.

11. MEMBUNUH BAKTERI AEROMONAS, STAPHILOCOCCUS, PSEUDOMONAS, PROTEUS VULGARIS, ESCHERIA COLI DAN SIQELLA DYSENTRIAE DENGAN DAUN SAMBILOTO

Cara pengobatannya adalah dengan merendam 400 gram daun sambiloto (Andrographis paniculata) dalam air secukupnya, kemudian di remas-remas. Campurkan ke dalam pelet.

Catatan:

Untuk larutan yang di campur dalam pelet, perhatikan perbandingan volume larutan dan banyaknya pelet. Biasanya satu ember pelet (berat sekitar 7 kg) dicampur dengan satu setengah sampai dua liter larutan.

Gambar ciri dan nama lokal tanaman bisa di cari sendiri di google.

UPDATE BISNIS LELE DI JOGJA PADA PARUH KE DUA 2014

Setelah mengalami masa kejayaan tahun 2012, dan sedikit penurunan pada tahun 2013, bisnis lele di Jogja pada tahun 2014 ini memprihatinkan. Ada beberapa penyebab yang secara simultan memukul peternak lele.

Di mulai dari letusan Gunung Kelud yang abunya luar biasa banyak. Untuk daerah yang jauh di selatan Gunung Merapi, abu Gunung Kelud ini terasa lebih parah di banding abu dari letusan Gunung Merapi. Memang abu Gunung Kelud tidak menyebabkan mata ikan lele terkena iritasi berat, atau menyebabkan radang paru-paru. (Karena ikan lele tak punya paru-paru.) Abu Gunung menyebabkan usaha pemijahan dan pembenihan ikan lele terganggu.

Keberadaan abu erupsi ini tentu bisa menyebabkan perubahan pH (keasaman) kolam. Dan bibit lele sangat sensitif terhadap perubahan pH air kolam. Gangguan ini terjadi selama dua bulan, sejak Valentin 2014 sampai akhir April.

Setelah persoalan ini terselesaikan, para pemijah berlomba memijahkan indukan lelenya. Akibatnya terjadi booming bibit lele. Para peternak pembesaran kemudian berlomba mengisi kolam-kolamnya yang kosong. Bibit ikan laku keras. Namun, bukannya tak ada hambatan. Ternyata harga pakan juga naik sedikit. Ini tentu menambah kebutuhan modal usaha pembesaran lele.

Dua bulan kemudian, saatnya panen. ………. Dan booming ikan lele yang di panen. Persoalannya bukan itu saja. Daya beli masyarakat juga turun. Pedagang pecel lele di tepi-tepi jalan mengurangi omset penjualannya, karena konsumennya berkurang. Akibatnya, jatah untuk panen harus antre panjang. Penundaan waktu panen bisa mencapai dua minggu.

Padahal, lele yang di kolam juga masih hidup. Karena hidup, maka ikan itu bergerak. Untuk bergerak, butuh energi, yang berasal dari pembakaran makanan yang di cerna. Artinya, ada ongkos tambahan untuk membuat lele tetap “hidup layak.” Dan ongkos tambahan ini tak bisa diperhitungkan ketika panen. Jika ukuran ikan lele melebihi ukuran konsumsi, alias kebesaran, harganya justru lebih murah seribu atau dua ribu per kilogram.

Kemudian datanglah lebaran. Lho, kan ketika lebaran banyak wisatawan yang berkunjung ke Jogja. Seharusnya penjualan pecel lele malah meningkat. Memang banyak orang yang berlibur ke Jogja, sampai jalan utama di dalam kota macet. Tapi penjual pecel lele juga pulang kampung. (Sebagian penjual pecel lele kabarnya dari Jawa Timur.) Akibatnya, konsumsi lele turun drastis, bahkan sampai pengepulnya ikut liburan.

Setelah liburan lebaran, hmmm … kondisi tak juga membaik. Memang penjual pecel lele sudah bertugas seperti sedia kala. Tapi konsumennya tak juga meningkat. Masih sepi. Dan omset penjualan lele juga tak naik.

Padahal … bulan oktober ada Idul Kurban. Dan saat itu ada suplai daging sapi untuk masyarakat dalam jumlah besar. Mungkin seminggu atau dua minggu baru habis.

Saya pikir, satu-satunya solusi yang bisa dipilih adalah penjadwalan panen. Jika kolam ikan ditargetkan bisa panen jauh sebelum Kurban, saya kira tetap di beri pakan sesuai jadwal normal. Namun untuk panenan sekitar Kurban dan setelahnya, mending sejak awal di jadwalkan usia panen lebih panjang, katakan sampai akhir Oktober. Ini adalah startegi yang pesimis. Namun apa boleh buat, dari pada nombok.

INGIN HEMAT BBM? PERBANYAK WIRAUSAHAWAN

Adakah hubungan antara kewirausahaan dengan penghematan BBM? Apakah para wirausahawan tidak menggunakan BBM?

Hampir semua orang tentu membutuhkan BBM, baik langsung maupun tak langsung. Tapi, bisa jadi ada hubungan negatif antara kewirausahaan dan tingkat konsumsi BBM. Kok bisa? Lihat saja berita televisi setiap musim mudik.

Idealisme sebagian orang Indonesia adalah bekerja di perusahaan besar di kota besar. Artinya mereka ini harus merantau. Pada musim mudik, orang-orang ini pulang kampung. Mereka menggunakan sarana transportasi. Jumlah pemudik ini banyak. Buktinya, selama musim mudik, jalan utama di Pulau Jawa penuh kendaraan. Volumenya bisa dua kali hari kerja biasa.

Ada banyak kendaraan yang digunakan. Mulai dari motor, mobil pribadi, bis umum, travel dan kereta api. Kendaraan-kendaraan ini butuh BBM agar bisa melaju. Maka konsumsi BBM pada musim mudik juga akan meroket.

Lalu, bagaimana kewirausahaan bisa menurunkan konsumsi BBM pada musim mudik? Tentu kewirausahaan yang saya maksud bukanlah membangun toko di ibukota. Tapi membangun usaha di daerah sendiri. Kalau mau di kota, ya pilih kota kecamatan, kota kabupaten atau kota profinsi saja. Tidak perlu memilih kota di profinsi tetangga.

Dengan cara ini maka tingkat konsumsi BBM saat mudik akan bisa di tekan. Toh, seandainya harus mudik, mudiknya kan lokal saja. Satu-dua jam perjalanan sudah sampai. Bagaimana, benar bukan gagasan saya?

“SAYA BANGGA MENJADI WIRAUSAHAWAN”

Mungkin Anda pernah mendengar kata-kata “Saya bangga menjadi pegawai …” atau “Saya bangga menjadi bagian dari komunitas ….”. Kebanggaan-kebanggaan ini biasanya terkait dengan status seseorang yang menjadi pegawai atau karyawan suatu perusahaan ternama atau bagian dari komunitas tertentu. Namun berapa kali Anda mendengar ungkapan “Saya bangga menjawi wirausahawan.”

Kebanggaan merupakan sesuatu yang penting. Kebanggaan akan mendorong etos kerja atau solidaritas antar anggota komunitas. Kebanggaan, solidaritas, etos kerja, akan mendorong optimisme. Dan optimisme akan meningkatkan tingkat keberhasilan suatu program. Inilah rahasia dibalik ungkapan “Saya bangga menjadi anggota ….”

Hal yang sama juga bisa diterapkan dalam kewirausahaan. “Saya bangga menjadi wirausahawan.” Mungkin ungkapan ini akan muncul satu dua kali setahun, karena faktor personel alias anggota kelompok. Kalau bekerja sendiri, toh jargon tersebut tak perlu di dengung-dengungkan secara eksplisit. Karena jika tiba-tiba kita berteriak “Saya bangga menjadi wirausahawan!”, nanti dikira gila. Kebanggaan ini cukup dicerna dalam akal sehat, direnungkan dalam hati dan diwujudkan dalam perkataan dan perbuatan.

Nah, sekarang apa yang bisa membuat kita bangga menjadi wirausahawan. Pertama, kita perlu bangga karena kita bisa menciptakan pekerjaan untuk diri sendiri. Jika kita bisa menarik saudara atau tetangga untuk membantu pekerjaan kita, itu sudah luar biasa. Dengan menciptakan pekerjaan untuk diri sendiri, kita tak perlu mengurangi jatah lowongan pekerjaan yang ditawarkan. Maka, sebenarnya dengan menjadi wirausahawan, kita memberi kesempatan kita untuk meraih suatu lowongan pekerjaan kepada orang lain.

Kedua, kita perlu bangga karena kita menjadi calon pemilik usaha yang sukses, calon pemimpin organisasi usaha yang sukses. Kita tak perlu meniti karir panjang dari bawah ke atas selama belasan tahun. Sebagai wirausahawan, kita sudah menjadi pemilik sekaligus pemimpin. Tinggal bagaimana mendatangkan kesuksesan bagai usaha kita ini.

Ketiga, kita perlu bangga karena kita bisa menciptakan idealisme perusahaan seperti yang kita inginkan. Ada suatu perusahaan yang dikenal memiliki jam kerja panjang dan disiplin tinggi. Kita bisa membuat organisasi usaha kita menjadi seperti itu. Ada juga perusahaan yang dikenal karena suasana kerjanya santai namun tetap produktif. Kita juga bisa membuat organisasi usaha kita menjadi seperti itu. Semua bisa diatur sesuai keinginan.

Jadi, Anda yang menjadi wirausahawan, jangan berkecil hati. Anda bisa bangga juga, meski kebanggaan ini tak harus diekspresikan secara eksplisit. Maka, kalau suatu ketika ngobrol dengan seseorang, dan orang itu berkata, “Saya ini manajer, kalau Anda menjadi apa?” Dengan rendah hati Anda bisa berkata, “Saya owner, pemilik usaha.”

KREATIF MENCARI PENGHASILAN

Di jaman yang yang sulit seperti ini, kira-kira ada nggak ya kerja enak yang menghasilkan uang 5 juta per bulan? Ternyata ada. Bukan penipuan, bukan klenik, bukan MLM. Pokoknya halal dan legal. Syaratnya hanya dua, yaitu modal dan ketelatenan. Sudah itu saja. Soal jam kerja, tidak signifikan. Paling satu dua jam per hari. Syarat lainnya adalah lingkungan yang kondusif, aman dan tenang. Bisnis apa itu?

Saya punya kenalan pemilik penangkaran burung cucakrowo. Ternyata bisnis ini sangat menjanjikan. Dia punya rumah, dan di belakang rumahnya dibangun tempat penangkaran burung. Tempat tersebut ukurannya sekitar 8 x 15 meter persegi. Di salah satu sisi memanjang bangunan tersebut dibuat ruangan-ruangan untuk penangkaran burung. Tiap ruangan berukuran 2 x 3 meter persegi, dan ada 6 ruangan.

Ruangan-ruangan tersebut diisi dengan bakal indukan burung cucakrowo, yang harganya 15 juta sepasang. Tak sampai 2 tahun, bakal indukan tersebut sudah menjadi indukan produktif. Indukan tersebut dikawinkan, kemudian bertelur, dan mengerami. Setelah telur menetas, dan sudah berusia 3 hari, sepasang anakan tersebut diambil. Tak lama kemudian pasangan indukan tersebut akan kawin lagi. Dan seterusnya.

Sekarang kita lihat angkanya:
Harga indukan 15 juta sepasang, kalau ada 6 pasang butuh modal 90 juta.
Bangunan 15 juta.
Hasilnya:
Harga anakan 6 juta sepasang, dikurangi ongkos buruh menyuapi dll, dan masih sisa 5 juta sepasang anakan.
Siklus produksi, jika lancar satu siklus adalah satu setengah bulan. Kita ambil saja, dalam setahun sepasa
ng indukan bisa menghasilkan 6 pasang anakan.
Maka dalam satu tahun akan ada penghasilan 30 juta untuk sepasang indukan cucakrowo.
Jika memiliki 6 pasang indukan, ……… ya, 180 juta.

Jika waktu untuk mendewasakan bakal indukan menjadi indukan perlu 2 tahun, maka pada tahun ketiga, atau selambat-lambatnya tahun keempat, modal langsung tertutup. Dan setelah itu, tinggal menikmati hasilnya, 180 juta per tahun. Jangan lupa sisihkan 90 juta untuk peremajaan indukan.

Enak bukan?